![]() |
Gaya Hubungan Suami Istri yang Baik dan Benar Menurut Islam |
Jember Terkini, 8 Tata Cara Berhubungan Intim Suami Istri Menurut Islam, Semuanya Bernilai Ibadah - Islam mengatur semua aktivitas manusia mulai dari bangun sampai tidur lagi termasuk dengan aturan dalam berhubungan intim suami istri.
Berhubungan intim dalam Islam tidak semata nafsu belaka namun juga merupakan ibadah yang nilai besar di sisi Allah SWT.
Ada banyak sekali sunnah dan larangan berkaitan dengan berhubungan intim suami istri yang diatur oleh agama Islam.
Berikut ini 8 tata cara berhubungan intim sesuai ajaran Islam.
1. Ikhlas Karena Allah
Tujuan pernikahan salah satunya adalah memperbanyak keturunan yang sholeh dan sholehah dengan cara berhubungan intim secara ikhlas diniatkan ibadah untuk mendapatkan anak sesuai dengan kehendak Allah.
Dari Abu Dzar ra. sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:
وفي بُضع أحدكم صدقة ) – أي في جماعه لأهله – فقالوا : يا رسول الله أيأتي أحدنا شهوته ويكون له فيها أجر ؟ قال عليه الصلاة والسلام : ( أرأيتم لو وضعها في الحرام ، أكان عليه وزر ؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجر ) رواه مسلم 720
Baca Juga: Bolehkan Mengulangi Berhubungan Intim Tanpa Mandi Wajib? Ini Dia Pendapat Para Ulama
Baca Juga: Posisi Lotus Menyebabkan Luka? Ini Penjelasan Kitab Qurrotul Uyun Soal Gaya Berhubungan Intim Viral Tersebut
“Dalam kemaluan salah satu diantara kamu itu shodaqoh –maksudnya dalam berjima dengan istrinya- mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah satu diantara kita menyalurkan syahwatnya dia mendapatkan pahala? Beliau sallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Apakah pendapat anda kalau sekiranya diletakkan pada yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Begitu juga kalau diletakkan yang halal, maka dia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim, 720)
2. Berwudhu Sebelum Berhubungan Intim
Setiap ibadah atau bahkan aktivitas yang dimulai dengan wudhu menjadi pahala dan melindungi dari godaan setan.
Khususnya berwudhu sebelum berhubungan intim sangat disunnahkan agar bersih dan terlindungi serta mendapat berkah dari Allah SWT.
Baca Juga: Ajaran Nabi Muhammad Tidak Hanya Berhubungan Intim Malam Jumat Saja, Ini Dia 15 Sunnah Rasul Keluarga Harmonis
Baca Juga: Haram atau Halal? Istri Menelan Sperma Suami Dalam Islam Saat Berhubungan IntimBaca Juga: Haram atau Halal? Istri Menelan Sperma Suami Dalam Islam Saat Berhubungan Intim
3. Memegang Ubun-ubun Istri
hal ini bertujuan agar istri merasa nyaman dan aman berada dalam dekapan suami.
Sebaliknya, bagi para istri, bersandar pada dada suami mampu memberikan kesan bahwa keberadaan suami mampu memberikan rasa aman.
4.Berdoa Ketika Berhubungan Intim
بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا
Baca Juga: Lagi Enak-enaknya Berhubungan Intim Adzan Berkumandang Bagaimana? Ini Dia Pendapat Ulama
Baca Juga: 7 Manfaat Mencukur Bulu Kemaluan Menurut Islam, Salah Satunya Lebih Nikmat Saat Berhubungan Intim
“Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkan syetan dari kami dan jauhkan setan dari apa yang Engkau rezkikan kepada kami.”
5. Membersihkan Diri dan Memakai Wewangian
Jika berhubungan intim dalam keadaan bersih dan wangi maka selain meningkatkan gairah pasangan juga akan menambah kenikmatan saat bercinta.
Kebersihan dan wangi adalah sebagian dari iman, jadi hal tersebut akan menambah pahala kita.
Baca Juga: Posisi Lotus Lagi Viral! Ini Dia Hukum Gaya Berhubungan Intim Tersebut Dalam Islam Menurut Rasul
Baca Juga: Jangan Asal Celup! 6 Waktu yang Tepat Untuk Berhubungan Intim Suami Istri Menurut Islam
6. Menyentuh Area Sensitifnya
seperti telinga, lutut belakang, jari-jari kaki, paha bagian dalam, bibir, dan leher.
Pemanasan seperti ini amat diperlukan dalam hubungan intim cara Islam, sebab dengan adanya pemanasan, menentukan kepuasan dan kenikmatan pasangan kita nantinya.
Pemanasan sebelum berhubungan intim juga diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
Baca Juga: 5 Hal yang Dilarang Saat Berhubungan Intim Suami Istri Menurut Rasulullah, Tinggalkan atau Dilaknat Allah
Baca Juga: 5 Waktu Terbaik Untuk Berhubungan Intim Suami Istri Dalam Islam, Ternyata Sering Terlewatkan
Hal ini bahkan bisa dilihat lewat salah satu haditsnya, “Janganlah salah satu dari kalian bercampur dengan seorang istri seperti binatang.
Kamu harus memberi pendahuluan dulu, yaitu ciuman dan pembicaraan manis.” (HR. At-Tirmidzi)
7. Mandi Wajib atau Junub Setelah Berhubungan Intim
Ketika dua alat kelamin antara laki-laki dan perempuan bertemu,
Baca Juga: 3 Pahala Berhubungan Intim Suami Istri Dalam Islam, Auto Nikmat Berpahala Setelah Baca Ini
Baca Juga: Setara Haji dan Umroh Ratusan Kali? Ini Dia Fadhilah Istri Minta Duluan Kepada Suami Untuk Berhubungan Intim
إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ ( وفي رواية : مسّ الختان الختان ) فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْل
Kalau melewati hitan dengan hitan (Bertemu hitan dengan hitan) maka harus mandi.” HR. Ahmad dan Muslim, no. 526.
Mandi ini wajib, baik keluar (mani) atau tidak.
Menyentuh hitan dengan hitan adalah masukkan Mr P di dalam Miss V (wanita) bukan sekedar bertemu saja.
Baca Juga: Dosa Saat Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim Dalam Islam, Rasulullah: Malaikat Akan Melaknatnya
Baca Juga: Mau Nikmat dan Berpahala? Ini Dia Cara Berhubungan Intim Menurut Islam
Sebelum ia mandi wajib, maka ibadahnya tidak akan diterima karena masih dalam keadaan hadats besar.
Ketika ingin memulainya lagi, Islam juga menganjurkan untuk berwudhu kembali.
8. Bebas Mendatangi Istri Dengan Gaya Apapun Asal Lewat Miss V
Baik dari depan atau belakang dengan syarat harus di kemaluannya.
Yaitu tempat keluarnya anak. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
( نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم )
Baca Juga: BACA! Agar Tidak Diganggu Setan, Ini Dia Doa Berhubungan Intim Suami Istri Secara Islam
Baca Juga: Posisi Berhubungan Intim Paling Baik Menurut Kitab Kifayat Al Atqiya, Dapat Menjauhkan Segala Macam Penyakit
“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 223)
Posisi istri tidur terlentang dengan mengangkat (menekuk) kedua kakinya ke atas, sesungguhnya posisi semacam itu adalah posisi bersetubuh yang paling baik.
Menurut jumhur ulama, hubungan intim cara Islam tidak diperbolehkan mendatangi istri dari jalan belakang (dubur), apapun alasannya.***